Perubahan kebijakan digital pemerintah tidak hanya berdampak pada jumlah aplikasi, tapi juga mengubah cara kerja proyek IT di daerah secara fundamental.
Jika beberapa tahun lalu fokus utama adalah membangun aplikasi baru, kini arahnya bergeser menjadi menghubungkan sistem yang sudah ada.
Dari “Bikin Sistem” ke “Menyambungkan Sistem”
Dulu, indikator keberhasilan proyek IT sering kali sederhana:
- aplikasi selesai dibuat
- fitur berjalan
- tampilan menarik
Sekarang, standar itu berubah.
Proyek dinilai dari:
- apakah data bisa terhubung dengan sistem lain
- apakah layanan bisa diakses lintas instansi
- apakah sesuai dengan arsitektur nasional
Artinya, membuat aplikasi tanpa integrasi sudah tidak cukup.
Kenapa Integrasi Jadi Prioritas?
Masalah utama yang dihadapi pemerintah selama ini bukan kekurangan sistem, melainkan:
- sistem berdiri sendiri
- data tidak sinkron
- proses pelayanan berulang
Melalui pendekatan SPBE yang dikoordinasikan oleh Kementerian PANRB, pemerintah mendorong agar semua sistem:
berbagi data, bukan berjalan sendiri
👉 Rujukan: https://spbe.go.id
Dampak ke Tim IT dan Vendor Lokal
Perubahan ini terasa langsung di lapangan.
Beberapa perubahan yang mulai terlihat:
- Proyek baru lebih banyak berupa integrasi API
- Pengembangan aplikasi dari nol semakin berkurang
- Vendor diminta menyesuaikan sistem lama, bukan membuat baru
Bagi vendor yang terbiasa dengan proyek “build from scratch”, ini jelas perubahan besar.
Tantangan Baru yang Tidak Sederhana
Integrasi bukan pekerjaan ringan. Bahkan sering lebih kompleks dibanding membuat aplikasi baru.
Beberapa tantangan yang sering muncul:
- format data berbeda antar sistem
- dokumentasi API tidak lengkap
- standar keamanan yang belum seragam
Kesalahan kecil bisa menyebabkan data tidak sinkron, atau bahkan gagal ditarik sama sekali.
Kesimpulan
Transformasi ini menandai perubahan arah digitalisasi pemerintah:
Dari:
membangun sebanyak mungkin aplikasi
Menjadi:
memastikan semua sistem bisa saling terhubung
Dan ke depan, keahlian yang paling dibutuhkan bukan hanya coding—
melainkan kemampuan memahami arsitektur sistem secara menyeluruh.
👉 Baca juga:
Kiamat Aplikasi Daerah? Pemda Kini Tak Bebas Lagi Bangun Sistem Sendiri
Larangan Pemda Bikin Aplikasi Baru: Apa Dasar Aturannya dan Bagaimana Dampaknya?