Banyak pemerintah daerah saat ini menghadapi dilema yang sama:
apa yang harus dilakukan dengan aplikasi lama yang sudah terlanjur dibuat?
Tidak sedikit dari aplikasi tersebut dibangun dengan anggaran besar dan proses yang panjang. Namun, dengan arah kebijakan baru, posisinya menjadi tidak lagi jelas.
Tiga Kemungkinan Nasib Aplikasi Lama
Secara umum, aplikasi lama di daerah akan mengarah ke tiga skenario:
1. Diintegrasikan
Aplikasi tetap digunakan, tetapi harus terhubung dengan sistem lain.
2. Digabung
Fungsinya dilebur ke dalam platform yang lebih besar.
3. Ditinggalkan
Tidak lagi digunakan karena sudah tidak relevan.
Kenapa Banyak yang Tidak Bertahan?
Beberapa penyebab umum:
- fitur tumpang tindih dengan sistem lain
- tidak pernah diperbarui
- tidak digunakan secara aktif
Dalam banyak kasus, aplikasi sebenarnya berjalan, tapi tidak memberi dampak signifikan.
Tantangan Migrasi Data
Salah satu bagian paling sulit adalah memindahkan data dari sistem lama.
Masalah yang sering muncul:
- struktur database tidak standar
- data tidak lengkap
- tidak ada dokumentasi teknis
Ini membuat proses migrasi menjadi berisiko.
Peran Standarisasi Nasional
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong penggunaan standar yang sama agar data bisa saling terhubung.
👉 Rujukan: https://komdigi.go.id
Dengan standar yang seragam:
- integrasi jadi lebih mudah
- data lebih konsisten
- layanan lebih cepat
Realita di Lapangan
Di beberapa instansi, ada aplikasi yang:
- masih aktif tapi tidak terhubung
- digunakan hanya oleh internal
- tidak pernah diakses masyarakat
Ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan sekadar teknologi, tapi juga perencanaan.
Kesimpulan
Aplikasi lama tidak selalu harus dihapus. Tapi satu hal yang pasti:
aplikasi yang tidak terhubung, perlahan akan ditinggalkan
Bagi pemerintah daerah, keputusan terbaik adalah:
- mengevaluasi fungsi
- melihat kebutuhan nyata
- dan menyesuaikan dengan sistem nasional
👉 Baca juga:
Kiamat Aplikasi Daerah? Pemda Kini Tak Bebas Lagi Bangun Sistem Sendiri
Larangan Pemda Bikin Aplikasi Baru: Apa Dasar Aturannya dan Bagaimana Dampaknya?
Proyek IT Pemda Berubah: Dari Bangun Aplikasi ke Integrasi Data